Biografi KH.Imam Kamali
( muasis pondok minggirsari)
Simbah KH Imam Kamali atau yang lebih dikenal dengan mbah Kamal , dilahirkan di Desa Minggirsari kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar ,pada tahun 1941 , ayah beliau bernama Ronokarso dan ibu beliau bernama Panikem , wafat tahun 2020 sejak kecil beliau mbah kamal hidup dalam kesederhanaan hidup .
Riwayat pendidikan ;
Beliau belajar pada Pendidikan Guru Agama Negri 6 Tahun ( PGA 6 tahun ) yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia.yang berpusat di Tulungagung. Selanjutnya menyelesaikan program Diploma II ( D II ) yang diselenggarakan oleh IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Pengabdian pada negara ;
Beliau ditugasi sebagai Guru Agama Negri di lingkungan Kementrian Agama Repuplik Indonesia dan
1. Tugas pertama sebagai Guru Agama Islam Negri di SDN nyamil Ngeni Blitar selama 5 tahun
2. Mulai tahun 1984 diminta oleh pemerintah Desa untuk kembali ..dan ditugasi sebagi Guru Agama Islam di MI Nurul huda Minggirsari, sekaligus sebagai Kepala MI definitif sampai 2022
3. Selanjutnya konsentrasi untuk mengajar santri dirumah hingga menjelng wafat..
Beliau mempunyai empat orang putra dan putri yaitu
1. Muhamad Huda ( meninggal usia satu tahun setengah )
2. H. Fathul Mongin , menantu abah H. Musa isma'il ( pembawa thoriqot asyadziliyah di kota Blitar dan sekitarnya ) sekaligus ayah dari mak rini Bupati Blitar sekarang.
3.KH. Imam Taufiq ( pengasung pondok Minggirsari )
4. Anis Hamidur rohmah istri dari bapak Kyai imam bukhori dari Talok garum
Beliau belajar agama di pondok jatinom ketika itu di asuh KH.Moh. sofwan , beliau termasuk tokoh GP Ansor yang ketika itu bergerak menumpas Gerakan 30 september atau dikenal dengan G30S/ PKI , sebagai bentuk kepedulian terhadap aktifitas pendidikan dan keagamaan beliau mendirikan mushola/ langgar disamping rumah , bersama dengan istri beliau ibu hj sri inayah mengadakan majlis taklim dengan mengajari anak anak sekitar untuk membaca, menulis alqur'an , mengajari praktek beribadah sholat , puasa ,zakat dll hal ini berjalan bertahun tahun , sehingga pada suatu saat beliau diangkat oleh pemerintah menjadi guru agama yang di tugaskan di gunung selatan selama kurang lebih tujuh tahun ,tepatnya di desa Nyamil Ngeni Wonotirto Blitar , aktifitas mengajar di mushola diteruskan oleh ibunda sri inayah.
Pemugaran mushola menjadi Masjid
Pada tahun 1983 beliau bersama tokoh masarakat lingkungan berencana untuk merenovasi mushola , namun setelah sowan kepada romo KH.Nurmiftah Sawentar diisyarohi bukan di renovasi tetapi dirubah menjadi masjid , hal ini setelah sempat berziarah kepada para auliya mendapat isyaroh bahwa mushola dipugar dan diganti masjid dengan nama masjid Roudlotul Mu'alimin
Sampai dengan sekarang.
Menjadi Anggota LKMD ( lembaga Kesejahteraan Masarakat Desa )
Beliau juga ikut berjuang untuk memajukan masarakat desa ketika itu beliau juga ikut memikirkan kemajuan dan kesejahteraan desa dengan menjadi anggota LKMD kurang lebih 10 tahun
Menjadi Imam khususi Thorikqot Qodiriyah wa naqsabandiyah
Dalam ilmu tasawuf beliau berguru dan berbaiat thoriqot Qodiriyah wa naqsabandiyah kepada KH. musta'in Romli peterongan Jombang , juga berbaiat kepada KH Asrori al ishaqi kedinding Surabaya dan beliau termasuk pengamal thoriqot yang sangat aktif sehingga ditunjuk dan mewakili menjadi imam khususi thoriqot wa naqsabandiyah di daerah Minggirsari dan gogourung hingga menjelang akhir hayat.
Berbaiat Thoriqot syadziliyah Pondok peta Tulungangung
Beliau juga berbai'at thoriqot Syadzililyah Pondok Peta Tulungagung yang ketika itu, dibaiat oleh Khadrotus Syekh KH. Abdul Jalil Mustaqim bin Husein dan sangat aktif mengamalkan thoriqot tersebut hingga menjelang akhir hayat.
Beliau dikarunia Buta selama 7 tahun menjelang wafat.
Alloh memang berkehendak menjaga mata beliau sehingga beliau dikarunia buta total selama 7 tahun , yang menarik beliau sangat ihlas dengan dengan kondisi buta , bahkan tidak terlintas dan terdengar rasa penyesalan beliau ketika menerima karunia berupa buta , bahkan menurut cerita ibunda sri inayah ketika beliau haji dan berada dihadapan ka' bah dan ibu meminta bapak untuk berdoa untuk kesembuhan buta beliau , beliau dengan tegas menolak bahwa beliau telah benar benar ridho atas karunia berupa buta.
mendidik anak
Dalam mendidik anak beliau mempunya trik tersendiri, anak anak beliau jarang sekali disuruh suruh belajar , akan tetapi beliau selalu memberi contoh kepada anak anaknya untuk belajar tekun , kalau malam tiba seuasai mengajar di mushola beliau selalu membuka buku dihapan keluarganya , yang akhirnya diikuti oleh anak anaknya, beliau lebih banyak mengajak dengan contoh dari pada menyuruh.
Diakhir hayat beliau , waktu waktu lebih banyak dihabiskan dengan berpuasa,
Diantara nasehat beliau kepada putranya
1. " nak,.. lek sampean dadi pemimpin , manggono nang buri ..rungokno pendapat e wong2 iku" samean manggon nang buri ( terges e gelem ngrungokne lan nganggo pendapate wong2 iku ..) podo karo samen nang ngarep..malah ringan bebanmu. Sebab mengko wong mesti takon ngeteniki sae nopo mboten.../ koyok e awakmu melu wong2 ..tapi sejatine wong2 iku sing melu awakmu "
2. anak2 santri iku..duwe wong tuo kabeh..." ojo kok kerasi ( kasar )ojo kok kasar, lek awakmu sanggup wulangen sing apik lan sabar..lek ora sanggup wangsulno nek wong tuane ...
semoga kita bisa meneladani ibadah dan perjuangan beliau ..aamien.
Dab semoga beliau diampuni dosa dosanya dan diterima amal baiknya..aamien..alfatihah...